BADAR SUHENDAR GAUNGKAN PERUBAHAN: USUNG 5 PROGRAM UNGGULAN, SIAP BANGUN PWI KABUPATEN BANDUNG LEBIH KUAT DAN TRANSPARAN
KABUPATEN BANDUNG — Semangat perubahan bagi dunia jurnalistik Kabupaten Bandung mulai digaungkan Balad Suhendar atau BADAR, bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. Dengan membawa pesan perjuangan, keberanian, dan kepedulian sosial, BADAR menawarkan visi kepemimpinan yang tidak hanya menitikberatkan pada penguatan organisasi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme wartawan.
Mengusung semangat “Bersama untuk PWI yang Lebih Baik”, BADAR menekankan bahwa PWI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya, sekaligus organisasi profesi yang mampu menjaga kehormatan jurnalistik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melihat ke atas untuk berharap, melihat ke bawah untuk bersyukur, dan melihat sekeliling untuk berbagi. Itulah hakikat keberadaan Organisasi PWI,” demikian pesan yang menjadi landasan pemikirannya tentang pentingnya solidaritas, kepedulian, dan pengabdian dalam berorganisasi.
Bagi BADAR, keberadaan PWI tidak boleh berhenti pada urusan administratif maupun kegiatan seremonial. Organisasi profesi wartawan harus hadir untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya, memperkuat kompetensi jurnalistik, serta memastikan pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab.
Lima Program Unggulan Jadi Tawaran Perubahan
Tidak hanya menyampaikan gagasan moral, Suhendar juga memperkenalkan lima program unggulan yang ditawarkan sebagai bagian dari arah pembenahan PWI Kabupaten Bandung.
Pertama, Dana Abadi untuk PWI. Program ini menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan untuk memperkuat fondasi keuangan organisasi. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang akuntabel, dana abadi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program organisasi serta memperkuat kemandirian kelembagaan.
Kedua, pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI gratis. Program ini diarahkan untuk meringankan beban anggota dalam pengurusan kartu keanggotaan. Pelaksanaannya tentu perlu ditata sesuai ketentuan organisasi dan mekanisme administrasi yang berlaku.
Ketiga, penguatan organisasi dan tata kelola transparan. BADAR menawarkan pentingnya pengelolaan organisasi yang terbuka, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dinilai menjadi salah satu fondasi untuk membangun kepercayaan anggota sekaligus memperkuat solidaritas internal.
Keempat, penataan database anggota PWI yang lebih akurat. Data keanggotaan yang tertib dan mutakhir dibutuhkan untuk mendukung pelayanan, komunikasi, pemetaan kebutuhan anggota, serta perencanaan program yang lebih tepat sasaran.
Kelima, membangun kemitraan strategis. Program ini diarahkan untuk memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung peningkatan kapasitas wartawan dan pengembangan organisasi, tanpa mengorbankan independensi pers.
Kelima program tersebut menjadi tawaran BADAR dalam mendorong PWI Kabupaten Bandung agar semakin tertata, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada perencanaan yang terukur, kesiapan sumber daya, serta pelaksanaan yang konsisten apabila memperoleh mandat kepemimpinan.
“Jika Mereka Buta, Jadilah PWI Matanya”
Di balik program kelembagaan tersebut, BADAR juga menggaungkan pesan yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari perjuangan pers.
“Teruslah bergema, wahai Organisasiku PWI. Jika mereka buta, jadilah PWI matanya. Jika mereka tuli, jadilah PWI suaranya.”
Pesan tersebut menggambarkan harapan agar PWI tidak kehilangan kepekaan terhadap persoalan sosial. Wartawan, melalui karya jurnalistiknya, memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta, mengangkat persoalan yang terabaikan, dan memberikan ruang bagi suara masyarakat.
Dalam pandangan tersebut, keberanian pers harus berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
BADAR juga menegaskan pentingnya sikap kritis ketika kebenaran menghadapi tekanan.
“PWI jangan diam saat kebenaran dibungkam. Suara PWI adalah gempa bagi mereka yang nyaman di atas penderitaan rakyat.”
Pernyataan ini menjadi seruan agar organisasi pers tetap menjaga daya kritisnya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Bukan sekadar lantang dalam menyampaikan kritik, tetapi juga berani mengungkap fakta secara bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan publik.
Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Memimpin
Hal lain yang menjadi pesan kuat BADAR adalah pandangannya mengenai kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam organisasi profesi.
“Keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi seorang pemimpin organisasi profesi,” menjadi pesan yang menekankan bahwa kepemimpinan tidak semestinya dinilai semata-mata dari kondisi fisik seseorang.
Integritas, kompetensi, visi, kemampuan membangun komunikasi, dan kesungguhan dalam mengabdi merupakan unsur penting dalam menilai kapasitas seorang pemimpin.
Semangat pantang menyerah turut menjadi bagian dari pesan yang ia gaungkan.
“Jika gagal, cobalah lagi, dan lagi, dan lagi.”
Pesan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa tantangan dan kegagalan bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan melangkah lebih kuat.
Menanti Pembuktian melalui Kerja Nyata
Dengan menggabungkan gagasan sosial dan lima program unggulan, BADAR menawarkan arah perubahan yang menempatkan penguatan organisasi, pelayanan anggota, transparansi, dan kepedulian terhadap masyarakat sebagai perhatian utama.
Bagi PWI Kabupaten Bandung, gagasan tersebut membuka ruang diskusi mengenai bagaimana organisasi profesi dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota sekaligus menjaga marwah pers di tengah dinamika informasi yang semakin kompleks.
Pada akhirnya, program yang baik membutuhkan pelaksanaan yang terukur. Dana abadi memerlukan skema pembiayaan dan pengawasan yang jelas. KTA gratis membutuhkan kepastian mekanisme administrasi. Transparansi harus diwujudkan melalui tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan, sementara penataan database dan kemitraan strategis harus tetap memperhatikan keamanan data serta independensi organisasi.
Di sinilah gagasan perubahan akan diuji: sejauh mana visi dapat diterjemahkan menjadi program yang realistis, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi anggota.
Bagi BADAR, harapan membangun PWI yang lebih baik harus bertumpu pada kebersamaan, keberanian, dan komitmen untuk terus berbenah.
“Bersama untuk PWI yang Lebih Baik.”
Sebuah semangat yang mengajak seluruh keluarga besar PWI Kabupaten Bandung untuk memperkuat persaudaraan, menjaga profesionalisme, serta membangun organisasi yang lebih transparan, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan materi dan poster program unggulan yang diberikan. Lima program tersebut merupakan gagasan yang ditawarkan, bukan pernyataan bahwa program telah direalisasikan. Status pencalonan, kutipan, dan rincian program perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan sebelum publikasi.













Komentar