Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Bandung,Sundapos.com –Dra. Hj. Tia Fitriani, Anggota
DPRD Provinsi Jawa Barat fraksi Nasdem
Dapil kabupaten bandung, dalam resesnya serap aspirasi warga di wilayah Desa
Sukapura RW 03 Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Selasa (17/10/2023)
Hadir
dalam acara ini Kepala desa Sukapura Erwan Ginanjar, para tokoh masyarakat,
tokoh Agama, Tokoh pemuda, para kader Nasdem, tim Dulur Satia dan 300 orang warga Desa Sukapura pada khususnya.
Anggota
Legislatif dari fraksi Nasdem Tia Fitriani menemui warga untuk mendengar dan
menyerap aspirasi masyarakat ini merupakan bagian dari kegiatan Reses DPRD
Jabar Masa Sidang I Tahun 2023 -2024.
Pada kesempatan
ini Tia Fitriani bersilaturahim sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi
masyarakat daerah pemilihannya di Desa Sukapura kecamatan Kertasari.
Usai
memberikan paparan, Tia Fitriani mempersilahkan warga Sukapura kecamatan
Kertasari yang hadir menjadi peserta reses untuk menyampaikan aspirasinya atau
keluahannya.
Sebelum
menyerap aspirasi dan keluhan warga Sukapura, Tia Fitriani terlebih dahulu
menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan reses, termasuk juga program-program
dan kegiatan yang dicanangkan Pemprov Jabar dan DPRD Jabar.
Dalam
aspirasi dan keluahan disampaikan perwakilan warga Sukapura kepada Legislator
Jabar dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung) ini. Mulai dari soal,
infrastrukur, dukungan permodalan bagi pelaku UMKM. Termasuk juga permasalahan
Data Terpadu Kesejehtaraan Sosial (DTKS) yang tidak akurat.
Semua
aspirasi perwakilan warga Sukapura, diserap, dicatat dan ditanggapi oleh Tia
Fitriani.
Adapun
terkait permasalahan DTKS, Tia Fitriani mengakui bahwa hampir diseluruh daerah
ditemukan permasalahan DTKS. Sehinga bila ada bantuan dari pemerintah, baik
dari pusat, provinsi maupun kabupaten, masih ditemukan tidak tepat sasaran. Hal
ini terjadi juga di kabupaten Bandung seluruhnya.
“Permasalahan
pendataan DTKS, Tia Fitriani minta Pemda Bandung untuk melakukan pembenahan
pendataan, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran”, tuturnya.[R]








Komentar