Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Kab. Bandung,Sundapos.com – Dra.
Hj. Tia Fitriani Anggota DPRD Provinsi
Jawa Barat menemui warga untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat ini
merupakan bagian dari kegiatan Reses I DPRD Jabar Masa Sidang Tahun 2024 -2025,
giat reses diselenggarakan di Desa Loa Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Rabu
(20/11/2024)
Hadir dalam acara ini Kepala Desa Loa, Koswara, Tokoh masyarakat, Perwakilan
Camat Paseh, tokoh Agama, Tokoh pemuda, para ketua RW/RT, tim relawan Dulur
Satia dan warga Desa Loa pada khusunya.
Kegiatan Reses kali ini dimanfaatkan Tia Fitriani untuk bersilaturahim
sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat daerah pemilihannya.
Pada kesempatanya Tia Fitriani memaparkan tentang bahayanya gangguan
kesehatan Stanting pada masyarakat.
“Di negara kita pada umumnya saat ini sedang mengalami gangguan kesehatan
berupa stanting, maka dari itu Ibu ibu hamil harus sering memeriksakan
kandungan ke Posyandi agar lebih terkontrol kesehatan dan giji bayi dalam
kandungannya”,ucapnya.
“Stanting ini lebih efektif ditangani sebelum terjadi gejala, kalo sudah
terjadi akan lebih sulit di perbaikinya, akibat stanting itu tumbuh kembang
anak terganggu seperti tubuhnya pendek atau cebol, dan juga otaknya sulit
berkembang, potensi kedepanya akan menderita penyakit diabetes, darah tinggi
dan lain lain”,jelas Tia Fitriani.
Lanjutnya”,Salah satu penyebabnya juga adalah pernikahan dini ,karena rahim
belum siap untuk mengandung anak bayi, sayapun ingin menjadi agen perubahan
dengan persoalan stanting ini, di Kabupaten Bandung juga sedang berperang
melawan soal gangguan kesehatan Stanting”,katanya.
Masih kata Tia Fitriani”,Stunting dapat dicegah pada ibu hamil dengan
beberapa cara, di antaranya: Memenuhi kebutuhan gizi Ibu hamil perlu
mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan beragam, seperti ikan, telur,
daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan
sayuran. Mengonsumsi zat besi dan asam folat, Zat besi penting untuk mencegah
anemia yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
Asam folat juga perlu dipenuhi, yaitu sebanyak 400–1000 mikrogram (mcg)”,
Terangnya.
“Mengonsumsi protein hewani Protein hewani mengandung zat gizi yang lengkap dan mendukung pertumbuhan dan
perkembangan janin, Rutin berolahraga, Olahraga secara rutin dapat meningkatkan
stamina dan kebugaran ibu hamil, serta mendukung pertumbuhan janin, Rutin
memeriksakan kehamilan Pemeriksaan rutin selama kehamilan dapat memantau tumbuh
kembang janin dan mendeteksi masalah pada janin atau kesehatan ibu
hamil”,paparnya.
Selain itu, untuk mencegah stunting pada anak, ibu juga perlu memberikan ASI
eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, dan mendampinginya dengan makanan
pendamping air susu ibu (MPASI) sehat.(red)


.jpeg)







Komentar