Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Bandung, Sundapos.com -Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Dra. hj. Tia Fitriani mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2024,
dan Apresiasi Peran Guru Dalam Mencerdaskan Bangsa.
Hari Pendidikan Nasional 2024 menjadi momen spesial untuk menghargai
jasa para pejuang pendidikan dan meningkatkan semangat dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Politisi perempuan dari partai Nasdem Jabar itu mengatakan penetapan
tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional berasal dari tanggal lahir Ki
Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.
Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 tahun 1959
pada tanggal 16 Desember 1959.
Tia Mengatakan, “Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tahunnya di
Indonesia untuk menghargai pentingnya peran pendidikan dan seluruh
instrumennya, terutama para guru”,ujarnya.
“Terima kasih para pahlawan pendidikan, pada bapak dan ibu guru yang
telah mengabdikan diri menjadi lentera untuk mencerdaskan bangsa,” kata Tia
Fitriani, Kamis (2/5/2024).
“Ki Hajar Dewantara ini merupakan Bapak Pendidikan Nasional, beliau
aktif memperjuangkan kemerdekaan dan pendidikan lewat berbagai organisasi,
termasuk Boedi Oetomo, Indische Partij, dan Perguruan Taman Siswa”,ujarnya.
Ki Hajar Dewantara, lanjutnya, bersama kedua rekannya, Douwess Dekker
dan Cipto Mangunkusumo, mendirikan sebuah perguruan bercorak nasional di
Yogyakarta.
Perguruan tersebut bernama Nationaal Onderwijs Institut Taman Siswa atau yang
biasa disebut sebagai Sekolah Taman Siswa.
“Peran Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan semakin nyata ketika ia
diangkatnya sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama di masa
pemerintahan Soekarno,” jelas Politisi Fraksi Nasdem ini.














Komentar